Minggu, 20 Februari 2011

antara hati, rutinitas dan kekangan.

kadang setiap hari yang dijalani tak selamanya berjalan mulus dan sempurna. begitupun yang aku rasakan.
aku rasa aku telah jalani hari dengan se simple mungkin. apapun komentar negatif orang dengan
kehidupanku, aku lewati aku abaikan seakan hidup yang aku jalani dijalani tanpa rasa sakit atau yg lainnya,
ditambah karena aku punya teman yang tak pernah henti ada disampingku dan selalu merasa senang jika bersamanya.
mungkin seharusnya anak seumur aku masih betah berdiam dirumah, namun nyatanya tidak dengan
aku dan kebanyakan anak seumuranku saat ini. penyebabnya cukup kuat, mungkin karena merasa bosan atau merasa tidak enak
karena kicauan orang tuanya. adapun yg mereka lakukan jika terpaksa untuk berdiam diri dirumah
tidak jauh dari komputer / laptop, berkutik di sejumlah jejaring sosial. mungkin jejarin sosial itu cukup membantu, dikala mereka
sedih atau tengah galau dengan masalahnya ataupun hanya sekedar untuk menghibur diri. tentunya bukan yang kita inginkan bila harus merasa senang ketika jauh dari orang tua.
tapi sadarkah ? mereka sendiri yang telah buat kita tidak nyaman. bukan karena ibu atau ayah yang kasar, bukan karena kita kurang mendapat kasih sayang,
tetapi karena kita terlalu capek, terlalu sibuk dengan kegiatan sekolah yang cukup padat ditambah dengan bimbingan belajar.
hampir tak ada waktu untuk main dan bersenang-senang, bahkan weekend yang seharusnya kita jadikan untuk beristirahat malah kita gunakan dengan mengerjakan tugas.
"tuntutan kita berat bu, yah .. tapi kita harus tetap laksanakan untuk membanggakan dan membahagiakan kalian. aku harap jika sekedar
untuk itu kalian tidak usah terlalu ketat selama yang kita lakukan di jejaring sosial itu dalam batas normal."
aku ingin anggapan orang tentang "rumahku istanaku" tidak hanya sekedar harapan :)

Minggu, 05 Desember 2010

Lagu Indonesia Raya asli

Ternyata lagu indonesia raya yang sekarang sering kita dengar itu berbeda dengan yang dulu.
Nah, ini lirik lagu indonesia raya yang asli.


INDONESIA RAJA[1]
I
Indonesia, tanah airkoe,
Tanah toempah darahkoe,
Disanalah akoe berdiri,
Mendjaga Pandoe Iboekoe.
Indonesia kebangsaankoe,
Kebangsaan tanah airkoe,
Marilah kita berseroe:
"Indonesia Bersatoe".
Hidoeplah tanahkoe,
Hidoeplah neg'rikoe,
Bangsakoe, djiwakoe, semoea,
Bangoenlah rajatnja,
Bangoenlah badannja,
Oentoek Indonesia Raja.
II
Indonesia, tanah jang moelia,
Tanah kita jang kaja,
Disanalah akoe hidoep,
Oentoek s'lama-lamanja.
Indonesia, tanah poesaka,
Poesaka kita semoea,
Marilah kita mendoa:
"Indonesia Bahagia".
Soeboerlah tanahnja,
Soeboerlah djiwanja,
Bangsanja, rajatnja, semoeanya,
Sedarlah hatinja,
Sedarlah boedinja,
Oentoek Indonesia Raja.
III
Indonesia, tanah jang soetji,
Bagi kita disini,
Disanalah kita berdiri,
Mendjaga Iboe sedjati.
Indonesia, tanah berseri,
Tanah jang terkoetjintai,
Marilah kita berdjandji:
"Indonesia Bersatoe"
S'lamatlah rajatnja,
S'lamatlah poet'ranja,
Poelaoenja, laoetnja, semoea,
Madjoelah neg'rinja,
Madjoelah Pandoenja,
Oentoek Indonesia Raja.
Refrain
Indones', Indones',
Moelia, Moelia,
Tanahkoe, neg'rikoe jang koetjinta.
Indones', Indones',
Moelia, Moelia,
Hidoeplah Indonesia Raja

Kamis, 25 November 2010

PALSU

Siang hari saat teriknya matahari menyengat tubuh, ada seorang perempuan yang sedang termenung, memikirkan sesuatu yang membuat hatinya menjadi galau.
yang mengetahui masalahnya itu tentu saja dirinya sendiri.
Saat perempuan itu sedang fokus mencari jalan keluar permasalahannya, tiba-tiba dengan perlahan sesosok lelaki yang perawakannya tinggi datang menghampiri.
Ia bertanya dengan "kenapa ? ada masalah ? cerita saja, siapa tau aku bisa bantu kamu."
perempuan itupun menjawab "aku lagi galau, orang yang aku sayangi pasti saja membohongiku"
lelaki itu bertanya lagi "emangnya dia berbohong apa saja ?"
"mulai dari status hubungan, janji palsunya bahkan sampai dengan apa yang ia lakukan. padahal maksud aku baik." perempuan itu menjawab.
"mengapa dia demikian ?" ujar lelaki itu.
"entahlah, dan itu yang membuat aku merasa galau sekarang. aku curiga rasa sayang dia itu palsu !." jawab si perempuan.
"berfikir positif saja dulu, jangan terlalu jauh berfikir negatif." bantah laki-laki itu.
"terus ? maksud kamu saya harus terus bertahan dalam kesakitan ini ? Jika status ini saja sudah palsu saya ragu akan hatinya, dan untuk apa dipertahankan ?" ujar perempuan itu dengan hati kesal.
"oke oke. saran aku sekarang, lebih baik kamu tanyakan hubungan itu pada dia. kamu tanyakan bagaimana hatinya untukmu, apakah palsu seperti yang kau kira ?" jawab lelaki itu.
"awalnya aku akan bertindak seperti itu, namun jujur saja, hati ini belum sanggup jika harus kehilangan dia." ujar perempuan itu sambil menangis.
"kamu jangan lemah seperti ini ! dari pada kamu jalani namun hati kamu banyak tersiksa, lebih baik kamu lepas dia, lupakan dia, dan mencari yang lebih baik." lelaki itu menjawab.
"oke, akan saya lakukan jika itu yang terbaik. karena disisi lain hati ini memang tak rela untuk disakiti terus menerus oleh lelaki semacam dia itu !" jawab perempuan itu.
"nah, bagus !! agar dia merasakan, bahwa selama ini dia menyianyiakan orang yang benar-benar tulus mencintainya, dan lebih parahnya dia menyakiti orang yang baik seperti kamu. ya ga ya ga ??" ujar lelaki itu dengan sebelah alisnya yang terangkat.
"ah kamu ini bisa saja." ujar perempuan itu dengan merubah sedihnya menjadi senyuman.
"tau ga ? senyummu itu semanis madu, indah wajahmu pancarkan indahnya dunia ini." lelaki itu merayu.
"emh mulai deh udah kayak gini, ngomong langsung aja deh ! pingin di traktir kan ?" ujar perempuan itu.
"hehe :)" lelaki itu pun tersenyum
"dasar matre ! hahaha :D" ujar sang perempuan.

by : Tria Rizki Fauzia

Kamis, 18 November 2010

Arti Sesungguhnya

Di sebuah lorong yang gelap dan sepi, terlihat ada seorang gadis cantik berambut pendek yang sedang terduduk.
Pancaran matanya seolah menggambarkan kesedihan yang teramat mendalam yang ia rasakan saat itu.
Hari itu ia nampak tidak seperti biasaanya. Dan perubahan itu mengundang banyak tanya dari teman-temannya.
Dan pada keesokan harinya, ada seorang temannya yang bernama nathan bertanya "Apa yang sebenarnya kau rasakan teman ?
Siapa yang mampu merubahmu seperti ini ?" gadis itu menjawab "aku tidak apa-apa".
"ayo teman, aku bisa menjaga rahasiamu. Dan percayalah, dengan kamu menceritakan apa yang terjadi,itu bisa membuat bebanmu berkurang.
"Baiklah" jawab gadis itu.
Gadis itu pun mulai bercerita..
"Aku punya seseorang yang aku sayangi selain keluarga dan temanku. Perasaanku itu sama dengannya, tetapi itu dulu sebelum aku menolaknya.
Dan sepertinya, apa yang aku rasakan sekarang itu tidak tepat pada waktunya..
"Mengapa ?" tanya nathan.
"Karena sekarang dia sudah tak perdulikanku, dan mungkin kamu mengerti apa yang aku rasakan" ujar gadis itu.
"ya, aku cukup mengerti dengan perasanmu" jawabnya.
"Padahal setiap dia meminta bantuan, aku berusaha ada untuknya. tiap dia sedih, aku berusaha menghibur dia. Bahkan setiap dia kesepian, aku hadir untuknya.
Tapi mengapa dia seperti tidak menganggap aku ada ? bahkan, tidak menganggap aku adalah seseorang yang pernah ada di hatinya.
Berarti, setengah mati aku untuknya selama ini sama sekali tiada arti."
"ya, aku memahami betul apa yang kamu rasakan ini. Karena akupun pernah mengalaminya. Tapi, ada satu hal yang terlupakan.."
"apa ?" tanya gadis itu.
"LIhat sekeliling kamu, siapa saja yang menyayangi kamu ? Banyak, dan sadarkah kamu, kamu buat mereka kecewa atas perubahan sikapmu.
Mereka merasa kehilangan akan kamu yang biasanya, kamu yang selalu ceria. Dan aku rasa, tidak adil bila kamu melimpahkan masalahmu pada mereka.
Mereka sama sekali tidak tahu apa-apa." ujar nathan menjawab.
"tapi .. kesedihan yang aku rasakan sudah tidak bisa aku tahan. Dan kamu tahu, mengapa aku masih berharap padanya ?
Karena dia mengakui mempunyai perasaan yang sama." ujar gadis itu melawan.
"oke, tapi biarkan cinta itu terangkai hanya dalam hati saja. Tak perlu semua tahu. Cukup hati yang bersatu, sekalipun tanpa ada ikatan cinta.
aku rasa itu lebih baik." jawab nathan.
"Coba saja kamu berada di posisi yang aku alami sekarang, apakah semudah itu kamu lakukan apa yang kamu katakan ?"
"oke, jujur .. tidak mudah lakukan hal itu. Tapi apakah kamu inginkan kesedihan kamu ini terus berlarut-larut ? Aku sama sekali tidak yakin kamu sanggup !"
"ya, aku tahu dan aku mengerti. Jika aku ingin hidupku berubah, aku harus lupakan dia, dan mengisi hariku dengan hal lain yang bermanfaat.
Tapi yang buatku ragu tuk lakukan hal itu adalah, apa aku bisa ?"
"yakinkan dalam hatimu teman, bahwa kamu bisa. ada keluargamu dan teman-temanmu yang bisa buatmu lebih bahagia. Aku yakin, mereka
bisa membahagiakan kamu lebih dari dia jika kamu bersama dia." ujar nathan.
"Jadi aku harus lakukan hal itu ?" tanya gadis itu.
"Ya teman, sebenarnya yang bisa buat hidupmu berubah adalah diri kamu sendiri."
"terima kasih teman, kini aku mengerti apa yang seharusnya aku lakukan tanpa harus mengecewakan orang lain."
"iya, sama-sama. Sekarang hapus air matamu, jangan buat orang lain tahu kelemahanmu. Karena apa yang kamu rasakan, semua terpancar dari matamu."
ujar nathan sambil menunjukan senyumannya.
"Oke :)"
"sekarang mari kita pulang, keluargamu pasti cemas jika kamu tidak pulang tepat waktu."

Gadis itu membalasnya dengan senyuman manisnya.

"Dan itulah salah satu hal yang dapat aku dapatkan dari sebuah peristiwa di tanggal 171009. Dan berkat temankulah aku mengerti.
Terima Kasih teman :*"

by : Tria Rizky Fauzia.

Serpihan Hati :)

Bayangmu tak henti di benakku.
Fikirku tertuju padamu.
Meski rasamu hancurkan harapku.
Hati ini tak mudah terkikis.
Tak leleh oleh sengatan pengkhianatan.
tak membeku karena waktu.


Maaf kalo terlalu dikit, ataupun kurang bagus.